cerita cinta

Cerita Cinta

pertama kali aku masuk sekolah baru, aku merasa bahwa aku udah beranjak dewasa. dan disekolah ini pula aku mulai punya pengalaman yang orang bilang Cinta. kadang aku ngobrol dengan teman sebangku Dwi. “Clara cowok diujung sana itu cakep juga ya,” kata dwi.. ya kami memang saling curhat jika ada permasalahan baik itu mengenai pelajaran atau masalah cowok. Selain Dwi teman yang sering dibikin curhat adalah Kiki. suatu ketika kami bertiga berkenalan dengan tiga cowok namanya Firman, Same dan Junaedi.

“Namaku Firman,” dia menjabat tanganku. “Aku Clara,”jawabku tapi perasaan ini agak aneh. maklum soalnya baru kali ini aku kenalan dengan menjabat tangan, ada rasa malu, geli, senang takut bercampur jadi satu.

dari perkenalan itu, kami sering ketemu, kadang dikelas, dikantin, bahkan dibeberapa kegiatan sekolah. Firman orangnya enak, romantis. “Setelah sekian lama aku baru menyadari kalau kamu sangat cantik,” kata Firman suatu ketika. aku terkejut dan senang. didalam hatiku sebenarya aku juga mau mengatakan “Kamu juga tampan dan baik lagi,” namun kata-kata itu hanya tersimpan dalam hati, aku malu. Tanpa ada surat-suratan, dan karena seringnya kami bertemu, maka ada tumbuh benih-benih cinta dalam hati kami. Apa yang dilakukan Firman selalu nyambung denganku, mulai makanan, kegiatan sekolah, bahkan sampai lagu-lagu favorit selalu nyambung dengan Firman.

susah senang kamu jalani bersama, sepertinya dunia ini milik kami saja. Dimana ada Clara pasti ada Firman. Temen-temen disekolah menjulukinya dengan Bunga dan Kumbang. Namun kadang kehidupan tidak semua berjalan sesuai dengan keinginan. begitu juga dengan perjalanan cinta kami. Entah apa penyebabnya tiba-tiba Firman berubah Total. Dulunya dia sering kerumah sekarang jarang, dulunya sering makan bareng dikantin kini hampir tidak pernah kami lakukan. Di beberapa pertemuan kegiatan sekolah Firman juga jarang turun. “Firman punya cewek baru lho,” kata Dwi sesuatu ketika. Awalnya aku tak percaya apa yang diomongin dwi, namun perasaan ini semakin penasaran. Ada apa dengan Firman. Sampai suatu ketika secara tak sengaja aku membeli buku pelajaran di Mall. Di sebuah kafe duduk paling ujung aku melihat orang seperti Firman. Awalnya aku tak percaya biasanya kemanapun Firman pergi ia pasti bilang sama aku. Apalagi disampingnya ada cewek cantik menemaninya. Aku semakin tak percaya. Tapi begitu aku dekati betapa terkejutnya aku, bagai petir menyambar disiang bolong, kepala seakan pecah melihat bahwa lelaki itu adalahFirman. Firman nampak terkejut ketika melihatku dihadapannya. genggaman tangannya terhadap cewek disamping langsung dilepas. “Clara..”katanya dengan mata terperanjat. “Aku tidak menyangka, ternyata benar apa yang dikatakan orang,”kataku tanpa banyak bicara aku langsung pergi. Firman mencoba mengejar, “Clara aku bisa menjelaskan semaunya,” aku tak menggubris, aku berjalan terus meningalkan mereka. Hatiku hancur, orang yang selama ini aku cintai menghianati dengan semudah itu. Mengapa Firman berubah, mengapa? aku tidak habis pikir. Entahnya. dua bulan berlalu aku belum bisa melupakan kejadian itu, untuk melihat wajahnya saja aku muak, ketampanan dan keromantisan yang di perlihatkan kepadaku seakan sirna ketika aku melihat wajahnya yang sekarang. Dan pada bulan ketiga baru aku mulai melupakan dia, dengan kesibukan membantu ibuku dirumah dan kegiatan sekolah aku bisa melupakan. Apalagi Dwi dan Kiki teman akrabku selalu menghibur sehingga aku tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Selain Dwi dan Kiki satu orang yang selalu menghibur aku adalah Same, dan belakangan same juga ada feeling sama aku. hingga suatu ketika same mengutarakan hatinya kalau dia suka sama aku. Namun aku tidak menggubris, hatiku rasanya sudah tertutup oleh lelaki, aku takut kejadian itu akan terulang seperti Firman, aku belum mau membuka hatiku untuk lelaki. Apalagi aku tahu kalau Kiki juga ada perhatian sama same.

Namun Same memang orangnya tidak mudah menyerah dia terus mengejar aku. “Aku benar-benar serius, aku janji aku tidak akan menghianati seperti Firman,”katanya suatu ketika sambil meyakinkan aku.

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Kiki,”katanya menyakinkan aku lagi. Namun nampaknya hatiku benar-benar tertutup. Aku masih mencintai Firman, namun aku juga membenci dia. Mungkin ini yang dinamakan patah hati. Rasanya aku sulit membuka hati kembali dengan cowok lain. Entahlah sampai kapan hatiku ini akan sembuh. Mungkin sampai ada cowok yang benar-benar mencintaiku sehidup-semati***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: